Dugaan Korupsi Terkait Konstruksi Tembok Penahan Tanah Oleh Dinas Kesehatan Gayo Lues

Dugaan Korupsi Terkait Konstruksi Tembok Penahan Tanah Oleh Dinas Kesehatan Gayo Lues

Proyek Milyaran kembali menjadi pusat perhatian Tim Pemantau Keuangan Negara (PKN) Aceh. Kecurigaan bermula saat melihat model pengerjaan yang tidak rapi dan tidak professional. Kemudian Tim PKN Aceh melayangkan surat permohonan informasi ke Dinas terkait. Alhasil kecurigaan itu akhirnya semakin kuat adanya penyelewengan anggaran untuk kontruksi pembuatan tembok penahan tanah tersebut agar tidak longsor.

Hasil pencarian alokasi dana kontrak sebesar 1,5 Milyar tersebut, akhirnya ditemukan indikasi adanya ketidaksesuaian anggaran dengan hasil pengerjaan. Atas dugaan korupsi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan tersebut yang dihimpun dari data-data yang diperoleh dari Dinas, PKN menemukan beberapa indikasi yang tidak sesuai dengan fakta lapangan.

Berikut data yang dihimpun oleh Tim PKN

Nama Lelang PEMBANGUNAN PENAHAN TEBING KANTOR DINAS KESEHATAN
Kategori Pekerjaan Konstruksi
Agency LPSE KAB GAYO LUES
Satuan Kerja DINAS KESEHATAN
Pagu Rp 1.581.400.000,00
HPS Rp 1.580.000.000,00
Nama Pemenang CV. TARAN WIR PERKA
Alamat Pasar Peukan XXXXXX Gp. Lamsod Kec. XXX
NPWP 552.183.7-.000
Harga Penawaran Rp 1.570.000.000,00

 

Volume Pekerjaan

  • Panjang (50 Meter)
  • Tinggi (7 Meter)
  • Ketebalan (40 Centimeter)
  • Lebar Pondasi (2 Meter)
  • Tinggi (80 Centimeter)
  • Coran Semen Kualitas 250
  • Pekerjaan Penimbunan Tanah (40 DT)

 

Nilai Pekerjaan

  • Lantai Kerja, (0.15 x 2.3 x 50.5) = 18.9 x (Rp. 1500.000) = Rp. 28.605.000,-
  • Pondasi, (0.8 x 2 x 50) = 92.55 x (Rp. 2.000.000) = Rp. 185.400.000,-
  • Tembok Penahan Tanah, (2 x 7 x 50 : 2) = 350 x Rp. 1.500.000 = Rp. 405.000.000.-
  • Pekerjaan Timbunan 40 DT, ( 40 x 12 x Rp 180.000)= Rp. 78.400.000.-
  • Pajak 11% + Keuntungan 12%, (23% x 1.570.000.000) = Rp. 350.000.000,-

 

Total nilai pekerjaan sebesar Rp 1.047.000.000,-

Dari hasil perhitungan volume dan nilai pekerjaan terdapat selisih sebagaimana telah dianggarkan, yakni sebesar Rp 523.000.000,- Hasil pantauan dari berbagai sumber yang diperoleh oleh Tim PKN adalah berdasarkan data real lapangan. Hal yang paling mengejutkan pula bahwa telah terjadi pergeseran tembok tersebut sejauh 2 meter dari posisi semula dan di beberepa bagian tembok sudah mulai retak.

Proyek ini sudah selesai, akan tetapi penimbunan yang seharusnya dikerjakan sesuai dengan kontrak kerja tidak sepenuhnya terlaksana. Ada kubangan tanah yang terhitung dalam anggaran namun mangkrak. Usut demi usut, ternyata Direktur Kontraktor sudah mengambil jaminan perawatan kontruksi sebesar 5% sesuai dengan perjanjian yang digunakan untuk melakukan penimbunan, namun tembok tersebut masih saja bergeser.

 

Berdasarakan bukti-bukti yang diperoleh, akhirnya Tim PKN melaporkan dugaan korupsi yang dilaksnakan oleh Dinas Kesehatan Gayo Lues ke kantor Polisi setempat. Namun hingga detik ini belum ada laporan perkembangan penyelidikan kepada Pelapor. Hal ini diduga kuat adanya kerja sama di balik layar yang dilakukan oleh pihak kepolisian dengan Dinas Kesehatan.

Belum selesai sampai di sini, Tim PKN akan terus memantau gerak-gerik para penegak hukum terkait laporan tersebut. Meski terkesan diam, namun PKN selalu mencari solusi terbaik demi tegaknya hokum di Negara ini.

Lelah tidak akan mampu menghentikan kami, karena di balik lelah dan kerja keras kami adalah jutaan hak rakyat yang kami perjuangan.” ujar salah satu anggota Tim PKN Aceh.

Tambahnya, “Hal-hal kecil seperti ini kerap kita temui dan hadapi baik dari para pejabat maupun penegak hokum. Akan tetapi karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang hukum, akhirnya acuh tak acuh dan takut bertindak. Untuk itulah PKN hadir untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama menyuarakan kebenaran, dan yang salah harus mendapat ganjaran sesuai dengan porsinya. Indonesia adalah hukum, setiap perbuatan melawan hukum harus mendapat sanksi yang setimpal”

Share this post

Post Comment